RINTIHAN KESEDIHAN DAN KEBAHAGIAAN

Agustus 12, 2009 at 12:22

RINTIHAN KESEDIHAN
DAN
KEBAHAGIAAN

HAMBA ALLAH YANG MENCARI ILMU

Pertama kali saya mendengar kata BEC (BogorEduCARE) dari temen saya, saya merasa biasa aja dan menganggap remeh kata – kata itu. Tapi temen saya (entah sengaja atau tidak) mengatakan KULIAH GRATIS. Secara spontan saya langsung kaget dan untuk lebih menjelaskan tentang BEC tersebut.

Selidik punya selidik, setelah teman saya menjelaskan tentang BEC, akhirnya saya tertarik untuk masuk ke BEC (munkin karena ada kata GRATIS,,hehehe).

Akhirnya saya memutuska utnuk masuk ke BEC dengan meminta restu dari orang tua (Karena saya anak yang selalu menghormati orang tua). Rasanya berat banget meninggalkan kedua orang tua saya, apalagi mengingat saya ini anak ragil (bungsu), tapi apa daya, ini adalah keputusanku dan aku akan menjalani kehidupan baru di negeri orang tanpa di dampingi kedua orang tuaku yang sebelumnya selalu menemaniku dalam suka ataupun duka.

Hari pendaftaran telah bisa ku lewati dengan temen yang mengajakku tadi. Step by step jalur yang harus dihadapi untuk masuk ke BEC ini ku lewati dengan biasa aja, Akhirnya tibalah hari MOM (OSPEK) selama tiga hari. Tiga hari tersebut adalah hari yang amat sangat berat bagi saya (mungkin temen – temen lain juga merasakannya). Coba anda bayangkan waktu MOM dimulai dari jam 08.00 sampai 16.00 WIB (seperi orang kerja kantoran bukan). Dalam MOM ini saya baru merasakan betapa aneh diri saya yang sedang berada di lingkungan orang Sunda ( Kulo niku tiyang Jowo Asli ). Begitupun dengan mereka (orang 2 Sunda ) menganggap saya seperi makhluk / Spesies aneh yang baru datang dari negeri antah berantah.

Tiga hari sudah saya melewati hari OSPEK tersebut. Betapa senang hari saya dan temen – temen ( hanya baru beberapa orang yang baru ku kenal) telah lolos dari ospek. Hari pertama masuk, kami hanya berkenalan dengan teman – teman satu sama lain, begitupun dengan para Dosen yang ingin mengenal murid didinya yang baru karena angkatan sebelumnya (Angkanta XI telah lulus dan sedang mencari tempat magang). Dalam semingu pertama saya dan para mahasiswa lain bensin). Tapi semangat kami kami hanya bertahan beberapa mingu saja setelah mendapat banyak tugas ( Seperti Israel menyerang Palestina yang tak pernah berhenti dan tak kenal waktu). Seiring dengan dengan tugas – tugas yang selalu kami kerjakan, waktu UAC (UJIAN AKHIR CAWU) pun telah menanti. Semangat kami tiba – tiba muncul (bagaikan ada sesuati yang mendorong dari belakang dan mungkin itu adalah semangat yang di berikan Allah kepada siswa – siswa BEC. Seminggupun kami lewati dengan amat beratnya dan kami tinggal menunggu hasilnya.

Hari pembagian KHS(Kartu Hasil Studi)pun telah tiba dan kami menantinya dengan penuh tanda tanya ( ? ). Kami marasa sangat takut untuk menerima KHS tersebut karena system di BEC ini menggunakan system DO ( Drop Out / di keluarkan ) jika nilainya tidak memenuhi syarat minimal.

Satu demi satu KHSpun dibagikan sesuai dengan nomor absent. Air matapun mulai menetes dari salah satu temen kami yang terkena DO, detik demi detik kami hanya terpaku dan menit demi menit hati ini semakin ikut sedih karena telah mendengar lebih banyak tangisan yang terdengar oleh telinga saya. Rasanya saya ingin berteriak ( ya Allah kenapa engkau pisahkan aku dengan mereka, padahal kami telah melewati semua kesulitan , kesedihan dan kebahagiaan Di BEC ini dengan bersama – sama). Saat pikiran ini masih berkecamuk dengan hati ( seakan akan tidak mau menerima keadaan ini), tiba – tiba ada suara yang lembut terdengar, itu adalah suara salah satu dari dosen saya. Suara itu terdengar “ Ini adalah jalan terbaik yang diberikan Allah kepada kita, mungkin di luar sana masih ada jalan yang lebih baik. Kita tidak akan pernah tahu apa yang direncanakan allah. Setelah itu kami hanya terdiam dan meratapi kesedihan yang amat mendalam yang kami alami.

Kata – kata itu selalu tertanam di dalam hati saya bahwa “ KITA DIDUNIA INI HANYALAH DISURUH BERUSAHA DAN BERDO’A, KEMUDIAN ALLAHlah YANG MENENTUKAN”.

Akhirnya cawu II pun sudah saya mulai, walaupun masih ada kesedihan yang masih terasa dihati saya karena telah kehilangan temen yg terkena DO. Cawu II ini saya lewati dengan bahagia, karena saya sudah semakin akrab dengan temen2 ( bagaikan seperi saudara kandung, mungkin karena kita selalu bersama melewati hari hari di BEC). Hari demi hari kami lewati dengan senyuman, canda dan tawa, apalagi kalau ada temen yang ulang tahun (pernah temen saya dikerjai habis – habisan karena Ultah).

Setelah 3 bulan lebih kami lewati dengan kebahagiaan, hari UAC (Ujian Akhir Cawu)pun telah tiba, dan seperti cawu yang lalu aktifitas yang kami kerjakan). Dan tibalah hari untuk menerima KHS (Kartu Hasil Studi),. Kali ini didalam hati saya seperti ada ribuan jarum yang telah memenuhinya, ketika ada temen satu Kostan saya yang terkena DO. Rasanya sedih banget kehilangan satu temen Kostan yang telah melewati siang dan malam bersama, masak, piket, jalan2 dan lain sebagainya (seperi saudara kandung).

Cerita berikutnya adalah cerita yang paling lengkap yang saya alami selama kuliah di BEC, pokoknya seperti pelangi yang berwarna – warni.

Dicawu III ini beratus – ratus pengalaman hidup telah saya dapatkan. Kehidupan yang berwarna – warni yang saya maksuda adalah ketika saya mendapat tugas yang bertubi – tubi. Emangsih, kalau di campus saya dan temen2 lain terlihat seperti bermain – main, tapi dibalik itu semua dosen 2 kampus kami tidak tidak tinggal diam. Mereka memberi tugas begitu banyak dan itupun datangnya hamper bersamaan ( dalam pikiran saya kayaknya dosen2 emang sengaja buat saya dan temen 2 lain merasakan betapa beratnya dunia Perkuliahan ). Walaupun tugas begitu banyak dan numpuk, itu bukanlah pekerjaan saya sendiri, semua temen2 juga mendapatkan tugas yang sama. So, kadang – kadang kami saling bersaing untuk mengerjakan tugas agar cepat selesai, dan itu adalah suatu kebanggaan apabila saya lebih cepat selesai ataupun sebaliknya.

Tugas demi tugas telah selesai, walupun saya telah menyebut diri saya sendiri manusia “kalong” karena stiap malam begadang ngerjain tugas dan siangnya kami ngantuk – ngantukkan di kelas, tapi dosen – dosen kami tidak marah walaupun kami ngantuk – ngantukkan dikelas ( mungkin mereka tahu bahwa para mahasiswa sedang mendapat cobaan ). Tak terasa hari penentuan terakhir telah tiba kali ini saya akan berusaha keras agar bisa lolos dan bisa melanjutkan ke PI ( Praktek Industri / Magang )………..

BEGITULAH KEADAAN YANG SAYA RASAKAN SELAMA KULIAH DI BEC, PAHIT DAN MANISNYA SUDAH SAYA RASAKAN…. TERIMAKASIH UNTUK PARA DOSEN2 YANG DENGAN SABAR MENGAJAR DAN MENDIDIK SAYA HINGGA SAMPAI MENJADI SEPERTI INI,,,, “SAKING ATI KULO, KULO BADHE SANJANG “SEDOYO KALEPATAN, KULO NYUWUN PANGAPUNTEN”

Entry filed under: My Diary. Tags: .

Makanan Pengecil Perut Problematika Umat


Blog Stats

  • 46,312 hits

asmaul husna

INGKANG BADHE
KULIAH GRATISSS...
klik gambar


gif-hendy

RSS Kuliah Gratis “BEC”

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Bagi – bagi dg Blog

Bookmark and Share

FLAG FRIENDS


%d blogger menyukai ini: